Dalambuku itu, Hawking menulis "tidak ada Tuhan." Dan itu bukan pertama kalinya ilmuwan, yang meninggal pada bulan Maret 2018 lalu, telah berbagi keyakinannya tentang masalah ini. Media Amerika CNN misalnya sempat menulis pernyataan Hawking bahwa tidak ada Tuhan, "Tidak ada yang mengarahkan alam semesta,'' kata Hawking,
Mendapatpasangan yang sama-sama hidup dalam Tuhan adalah sebuah anugerah. Inilah yang dialami oleh pasangan-pasangan artis Kristen ini. Melalui kedekatan mereka dengan Tuhan, tak heran jika bahtera rumah tangga mereka pun begitu diberkati. Berikut 4 pasangan artis Kristen yang hidup andalkan Tuhan, diantaranya: 1. Choky Sitohang dan Chaca
Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?" Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada. Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan. "Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali." Begitu si Atheist mengaduh.
. Hari 331 Kebijaksanaan Mazmur 1351–12 Perjanjian Baru 2 Petrus 11–21 Perjanjian Lama Daniel 224–312 pengantar Saya belajar dan berlatih hukum selama hampir sepuluh tahun. Dalam setiap kasus hukum, bukti sangat penting. Bukti penting bagiku. Saya tidak bisa menjadi orang Kristen jika saya tidak percaya bahwa iman kita didasarkan pada bukti yang meyakinkan. Ada bukti yang bagus untuk kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Selama beberapa tahun terakhir, telah ada serentetan buku oleh 'ateis baru' yang menunjukkan bahwa tidak ada bukti untuk Tuhan; bahwa Tuhan adalah 'khayalan' The God Delusion’ dan bahwa God is Not Great’ judul yang lain dari buku-buku ini. Meskipun tentu saja, Alkitab tidak berusaha memberikan bukti ilmiah untuk keberadaan Allah, itu menunjukkan bukti 'saksi mata' 2 Petrus 116 dan menyatakan bahwa 'ada Allah di surga' Daniel 228 dan bahwa 'Tuhan itu maha besar' Mazmur 135 5. Ada alasan bagus untuk menaruh kepercayaan Anda pada Tuhan. Anda akan bertumbuh dalam iman sewaktu Anda mempelajari kebenaran firman Allah dan dengan berani menyatakan bahwa 'Tuhan itu ada' dan 'Dia maha besar'. Mazmur 1351–12 Hanya TUHAN yang patut dipuji 135Haleluya! Pujilah nama TUHAN, pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, 2 hai orang-orang yang datang melayani di rumah TUHAN, di pelataran rumah Allah kita! 3 Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah! 4 Sebab TUHAN telah memilih Yakub bagi-Nya, Israel menjadi milik kesayangan-Nya. 5 Sesungguhnya aku tahu, bahwa TUHAN itu maha besar dan Tuhan kita itu melebihi segala allah. 6 TUHAN melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya; 7 Ia menaikkan kabut dari ujung bumi, Ia membuat kilat mengikuti hujan, Ia mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaan-Nya. 8 Dialah yang memukul mati anak-anak sulung Mesir, baik manusia maupun hewan, 9 dan mendatangkan tanda-tanda dan mujizat-mujizat ke tengah-tengahmu, hai Mesir, menentang Firaun dan menentang semua pegawainya. 10 Dialah yang memukul kalah banyak bangsa, dan membunuh raja-raja yang kuat 11 Sihon, raja orang Amori, dan Og, raja negeri Basan, dan segala kerajaan Kanaan, 12 dan memberikan tanah mereka sebagai milik pusaka, milik pusaka kepada Israel, umat-Nya. Komentar Memberitakan kebesaran Tuhan Tuhan itu baik’ Ini adalah gugatan pemazmur Tuhan itu maha besar’ Ia mengingat hubungan Allah dengan umat-Nya Dia melihat dunia bahwa Allah menciptakan dan menopang dan dia bersaksi tentang perlindungan Allah yang luar biasa Berbagai pengalaman dan bukti ini mendasari keyakinannya pada kebesaran Tuhan. Menanggapi kebesaran Allah dalam ibadah. Sekali lagi pemazmur memanggil kita untuk 'memuji Tuhan' - panggilan yang diulang, dalam berbagai bentuk, lima kali dalam tiga ayat pertama. Puji Tuhan! DoaTuhan, hari ini aku ingin memuji-Mu dan menyembah-Mu. Aku mempercayai Engkau dengan hidupku lagi hari ini. 2 Petrus 11–21 SURAT PETRUS YANG KEDUA Salam 1Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita. Panggilan dan pilihan Allah 3 Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. 4 Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. 5 Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, 6 dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, 7 dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. 8 Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. 9 Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 10 Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. 11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 12 Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 13 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. 14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 15 Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu. Nubuat tentang kemuliaan Kristus telah digenapi 16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. 17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” 18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. 19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. 20 Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, 21 sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. Komentar Memberitakan kebenaran firman Tuhan Jika Anda menginginkan hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan, sisihkan waktu untuk mengembangkan hubungan itu. Habiskan waktu dengan-Nya. Ketika Anda mempelajari firman-Nya, iman Anda bertumbuh dan hidup Anda berubah. Kekuatan semua hubungan, termasuk hubungan Anda dengan Tuhan, bergantung pada komunikasi. Dalam suratnya, 'Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus' kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus’ Imanmu berharga Kasih karunia’ dan damai sejahtera’ adalah dua karunia paling berharga yang pernah Anda alami dalam hidup. Petrus mengatakan bahwa mereka adalah milikmu 'melimpahi Anda oleh pengenalan akan Tuhan dan akan Yesus, Junjungan kita’ Iman bukanlah hal yang rasional. Ini adalah 'kebenaran' Beberapa orang saat ini berpikir bahwa Alkitab penuh dengan dongeng-dongeng isapan jempol manusia’ Tetapi Petrus menulis, 'Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya’ Petrus sedang berbicara secara khusus tentang perubahan bentuk ketika dia menyaksikan penyataan kemuliaan dan identitas Yesus lihat Markus 9; Matius 17; Lukas 9. Dia bersaksi, 'Kami melihat-Nya dengan mata kepala sendiri' Seorang saksi adalah kata yang digunakan untuk seseorang yang memberikan bukti di pengadilan. Bukti tentang Yesus lebih mirip dengan bukti hukum daripada bukti matematis atau ilmiah. Ada bukti dari saksi mata. Iman itu tidak irasional; itu berdasarkan apa yang mereka lihat. Petrus menegaskan, 'Kami tidak bisa lebih yakin tentang apa yang kami lihat dan dengar' 2 Petrus 119. Ada alasan bagus untuk percaya. Petrus juga mengingatkan mereka tentang kekuatan dan kepercayaan Alkitab 'Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.’ MSG. Roh Kudus masih berbicara melalui firman dalam Kitab Suci ini. Sewaktu Anda mengalami kehadiran dan kekuatan-Nya melalui mereka, maka mereka akan memperkuat kebenaran imanmu. Iman bukan hanya seperangkat gagasan - tetapi mengubah cara Anda dalam menjalani hidup. Petrus menjelaskan bahwa melalui Roh Kudus 'kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh’ Dalam terang ini, dia menjelaskan bahwa Anda perlu 'melengkapi iman dasar Anda'. Kemudian Petrus menuliskan berbagai kualitas yang perlu Anda usahakan untuk dikembangkan - 'menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasa diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang’ Hal-hal ini akan menjauhkan Anda dari menjadi seorang Kristen yang tidak efektif dan membantu Anda tetap kuat dalam iman sampai akhir DoaTuhan, terima kasih bahwa iman kami didasarkan pada kesaksian yang kuat dari para saksi mata dan atas pengalaman kami menjalin hubungan dengan-Mu. Bantu aku untuk tumbuh dalam hubungan itu karena aku percaya akan kebenaran firman-Mu. Daniel 224–312 24 Sebab itu pergilah Daniel kepada Ariokh yang telah ditugaskan raja untuk melenyapkan orang-orang bijaksana di Babel; maka pergilah ia serta berkata kepadanya, demikian “Orang-orang bijaksana di Babel itu jangan kaulenyapkan! Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!” 25 Ariokh segera membawa Daniel menghadap raja serta berkata kepada raja demikian “Aku telah mendapat seorang dari antara orang-orang buangan dari Yehuda, yang dapat memberitahukan makna itu kepada raja.” 26 Bertanyalah raja kepada Daniel yang namanya Beltsazar “Sanggupkah engkau memberitahukan kepadaku mimpi yang telah kulihat itu dengan maknanya juga?” 27 Daniel menjawab, katanya kepada raja “Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum. 28 Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini 29 Sedang tuanku ada di tempat tidur, ya tuanku raja, timbul pada tuanku pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari, dan Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi. 30 Adapun aku, kepadaku telah disingkapkan rahasia itu, bukan karena hikmat yang mungkin ada padaku melebihi hikmat semua orang yang hidup, tetapi supaya maknanya diberitahukan kepada tuanku raja, dan supaya tuanku mengenal pikiran-pikiran tuanku. 31 Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. 32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, 33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. 34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. 35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi. 36 Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja 37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, 38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di mana pun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu – tuankulah kepala yang dari emas itu. 39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi. 40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya. 41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. 42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian. 43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat. 44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, 45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.” 46 Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya. 47 Berkatalah raja kepada Daniel “Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.” 48 Lalu raja memuliakan Daniel dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel. 49 Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja. Perapian yang menyala-nyala 3Raja Nebukadnezar membuat sebuah patung emas yang tingginya enam puluh hasta dan lebarnya enam hasta yang didirikannya di dataran Dura di wilayah Babel. 2 Lalu raja Nebukadnezar menyuruh orang mengumpulkan para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikannya itu. 3 Lalu berkumpullah para wakil raja, para penguasa, para bupati, para penasihat negara, para bendahara, para hakim, para ahli hukum dan semua kepala daerah, untuk menghadiri pentahbisan patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu. 4 Dan berserulah seorang bentara dengan suara nyaring “Beginilah dititahkan kepadamu, hai orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa 5 demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka haruslah kamu sujud menyembah patung yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu; 6 siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala!” 7 Sebab itu demi segala bangsa mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, maka sujudlah orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, dan menyembah patung emas yang telah didirikan raja Nebukadnezar itu. 8 Pada waktu itu juga tampillah beberapa orang Kasdim menuduh orang Yahudi. 9 Berkatalah mereka kepada raja Nebukadnezar “Ya raja, kekallah hidup tuanku! 10 Tuanku raja telah mengeluarkan titah, bahwa setiap orang yang mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, harus sujud menyembah patung emas itu, 11 dan bahwa siapa yang tidak sujud menyembah, akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. 12 Ada beberapa orang Yahudi, yang kepada mereka telah tuanku berikan pemerintahan atas wilayah Babel, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, orang-orang ini tidak mengindahkan titah tuanku, ya raja mereka tidak memuja dewa tuanku dan tidak menyembah patung emas yang telah tuanku dirikan.” Komentar Memberitakan bahwa Tuhan itu ada’ Menolak untuk menyesuaikan diri dengan standar dunia. Milikilah keberanian untuk menyatakan bahwa Tuhan itu ada' terlepas dari apa yang orang lain katakan dan lakukan. Saya pernah mengenal seorang pria saleh yang dijuluki 'Gibbo', pada saat dia muda, bekerja sebagai pegawai di Selfridges, department store London. Suatu hari, ketika pemilik Gordon Selfridge ada di sana, telepon berdering dan Gibbo menjawabnya. Penelepon itu meminta untuk berbicara dengan Gordon Selfridge. Gibbo meneruskan pesan itu dan Selfridge menjawab, "Katakan padanya aku keluar." Gibbo mengulurkan gagang telepon kepadanya dan berkata, "Anda katakan padanya bahwa Anda keluar." Gordon Selfridge menerima telepon itu, tetapi marah padanya. Gibbo berkata kepadanya setelah itu, "Kalau aku bisa berbohong untukmu, aku bisa membohongimu." Daniel dan ketiga temannya percaya bahwa 'Allah itu ada', dan karena itu mereka menolak untuk berkompromi. Melalui kehidupan dan bibir mereka, mereka dengan berani menyatakan, Tuhan itu ada'. Daniel yakin bahwa 'di sorga ada Allah’ 228, dan keyakinan ini mendukung kedua kisah dalam bagian Perjanjian Lama hari ini. Dalam pasal kedua, kita membaca keyakinan Daniel bahwa Allah 'menyingkapkan rahasia' dan kesediaannya untuk bertindak berdasarkan keyakinan tersebut. Dalam pasal ketiga, kita melihat ketiga temannya yang bersedia mengambil risiko kematian karena keyakinan mereka bahwa Allah ada, dan komitmen mereka untuk hanya menyembah Dia saja. Daniel cukup rendah hati untuk mengakui bahwa penafsiran telah diberikan, bukan karena kebijaksanaannya, tetapi karena kasih karunia Allah Tuhan memberi tahu Nebukadnezar tiga hal, yang benar untuk Anda juga Pertama, semua yang Anda miliki telah diberikan kepada Anda oleh Allah. Kedua, Tuhan telah menempatkan Anda pada posisi di mana Anda berada. Ketiga, Tuhan telah menjadikan Anda siapa Anda. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk kesombongan, keangkuhan, atau kepuasan diri. Kemampuan, karunia, dan sumber daya Anda semuanya diberikan kepadamu oleh Tuhan. Daniel terus menafsirkan mimpi Akan ada hak waris kerajaan mungkin Babylonia, Media-Persia, Yunani di bawah Alexander Agung dan Romawi. Poin utamanya adalah bahwa semua kerajaan di dunia - baik itu Babel, Romawi, Inggris, Soviet, Amerika atau Cina - semuanya berakhir. Tidak ada yang abadi. Daniel kemudian berbicara tentang sebuah kerajaan yang tidak akan pernah dihancurkan tetapi akan bertahan selamanya Kerajaan ini didasarkan pada batu yang dipotong dari gunung bukan dari tangan manusia sebuah batu yang meremukkan besi, tanah liat, tembaga, perak, dan emas itu menjadi potongan-potongan Batu ini 'memukul patung itu' dan 'menjadi gunung yang sangat besar dan memenuhi seluruh bumi' Sekarang, melalui Yesus, kita melihat bahwa batu itu adalah Kristus lihat Yesaya 2816; 1 Petrus 2 4–8; Mazmur 11822–23. Dia memiliki asal-usul ilahi. Ia adalah Anak Allah 'batu karang dipotong, tetapi bukan oleh tangan manusia', Daniel 234. Kerajaan-Nya telah melihat pertumbuhan fenomenal 'memenuhi seluruh bumi', Sekarang ada lebih dari dua miliar orang di dunia yang mengaku nama Yesus. Kerajaan-Nya memiliki kualitas yang kekal Yaitu, 'Kerajaan kekal dari Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus' 2 Petrus 111. Posisi Daniel sendiri tercapai, bukan oleh ambisi duniawi tetapi oleh campur tangan ilahi atas nama seseorang yang tujuannya hanya untuk menaati Tuhan daripada manusia. Dia tidak mencari atau mendambakan penegasan manusia seperti para penyihir istana Nebukadnezar, tetapi mengenal Bapa dan mencari kesenangan-Nya. Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap berkomitmen kepada Allah dan siap mati untuk keyakinan mereka Daniel 3. Mereka bersedia mempertaruhkan segalanya pada fakta bahwa memang ada Tuhan dan Dia maha besar. DoaTuhan, tolong aku untuk mewartakan kepada dunia, oleh hidupku, dan bibirku, bahwa ada Tuhan dan bahwa Dia Maha Besar. Pippa menambahkan 2 Petrus 15–8 Jika kita tidak ingin menjadi 'tidak efektif dan tidak produktif' dalam iman kita, kita perlu terus menambahkan lebih banyak lebih banyak pengetahuan, pengendalian diri, ketekunan, kesalehan, kebaikan, dan kasih setia. Kita seharusnya tidak pernah puas di mana kita berada, tetapi selalu mencari 'ukuran yang meningkat'. ayat hari ini 2 Petrus 12 'Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.' Email Sign up now to receive Bible in One Year in your inbox each morning. You’ll get one email each day. Website Start reading today’s devotion right here on the BiOY website. Read now Referensi The One Year is a registered trademark of Tyndale House Publishers. Used by permission. Nicky Gumbel, The Jesus Lifestyle Hodder & Stoughton, 2018, Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790. Scripture marked MSG taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.
Mengapa aku bereaksi demikian? Mengapa aku seperti ini? Dapatkah aku berubah? Itu adalah pertanyaan yang terkadang kita tanyakan pada diri kita sendiri. Dan kala lain, kita juga mengajukan pertanyaan itu terkait orang lain mengapa orang itu seperti itu? Mari kita melihat lebih dalam pada pertanyaan ini untuk melihat tujuan kita untuk lebih menjadi seperti Yesus Kristus, membiarkan Dia untuk bertindak dalam hidup kita. Proses ini meliputi semua dimensi dari seseorang, yang dalam menjadi kudus, mempertahankan kemanusiaan yang asli sambil mengangkatnya selaras dengan panggilan Kristiani sungguh Allah dan sungguh manusia perfectus Deus, perfectus homo. Dalam Dia kita mengkontemplasikan manusia yang sejati. “Kristus Sang Penebus secara penuh membuka manusia terhadap dirinya sendiri. Bila kita boleh menggunakan ungkapan, ini adalah dimensi kemanusiaan dari misteri Penebusan. Di dalam dimensi ini, manusia menemukan kembali kebesaran, harga diri dan nilai yang terkandung dalam kemanusiannya.” [1]Kehidupan baru yang kita peroleh melalui Pembaptisan diperuntukkan untuk dibangun sampai kita semua mencapai kesatuan iman dan pemahaman akan Sang Putra Allah, untuk mematangkan kedewasaan, hingga ukuran dari keadaan kepenuhan dalam Kristus [2]. Unsur kekudusan, yang supernatural, sangat menentukan dalam kesucian pribadi, menyatukan dan menyelaraskan semua segi kemanusiaan. Tetapi janganlah kita melupakan bahwa terkandung di sini, sebagai sebuah hakekat dan unsur yang dibutuhkan, adalah kemanusiawian “Apabila kita menerima tanggung jawab untuk menjadi anak Tuhan, kita akan menyadari bahwa Tuhan menginginkan kita untuk menjadi sangat manusiawi. Kepala kita harus sungguh menyentuh surga, tetapi kaki kita seharusnya dengan kuat berdiri di atas tanah. Harga untuk hidup sebagai orang Kristen adalah tidak untuk berhenti menjadi manusia atau meninggalkan usaha untuk mendapatkan keutamaan yang orang miliki tanpa mengenal Kristus. Sebuah harga yang harus dibayar untuk setiap orang Kristen adalah Darah penebusan dari Tuhan kita dan Dia, saya bersikeras, ingin agar kita menjadi sangat manusiawi dan sangat suci, berjuang setiap hari untuk meneladani Dia yang sungguh Allah, perfectus Deus, perfectus homo.” [3]Tugas untuk membangun karakterTindakan rahmat dalam jiwa berjalan bersamaan dengan pertumbuhan kedewasaan manusia, dengan menyempurnakan karakter kita. Jadi sambil menanamkan nilai-nilai keutamaan supernatural, seorang Kristen yang mencari kekudusan akan berjuang untuk mencapai cara-cara bersikap dan berpikir yang mencerminkan seseorang sebagai seorang dewasa dan seimbang. Dia akan termotivasi tidak hanya dengan keinginan untuk kesempurnaan saja tetapi dengan keinginan untuk mencerminkan hidup Kristus. Demikian Santo Josemaria mendorong kita untuk memeriksa diri kita “Anakku, dimana orang menemukan di dalam dirimu Kristus yang mereka cari? Di dalam kesombonganmu? Di dalam keinginanmu untuk menunjukkan dirimu kepada yang lain? Di dalam kekurangan kecil yang tidak mau kau atasi? Di dalam sikap keras kepalamu? Apakah Kristus bisa ditemukan di sana? Tidak, Dia tidak ada!” Jawabannya memberikan kita petunjuk untuk upaya ini “Engkau perlu untuk memiliki kepribadianmu sendiri, setuju. Tetapi engkau harus mencoba membuatnya persis seperti Kristus.” [4]Kepribadian kita pertama kali dipengaruhi apa yang kita warisi, yang mulai diwujudkan sejak lahir, seringkali disebut sebagai watak. Juga dipengaruhi dari faktor-faktor yang terhubung dengan didikan kita, keputusan pribadi, hubungan dengan orang lain dan dengan Tuhan, dan masih banyak faktor lain, bahkan mungkin yang tidak sadari. Semua hal ini membawa berbagai macam tipe kepribadian atau karakter extrovert atau peragu, bersemangat atau pendiam, pemberani atau penakut , dan lain-lain, terlihat di dalam cara orang itu bekerja , atau berkomunikasi dengan orang lain, dari mempertimbangkan kejadian sehari-hari. Dasar-dasar ini mempengaruhi kehidupan moral setiap manusia, yaitu mendukung pengembangan nilai-nilai keutamaan tertentu, atau jika usaha untuk memperoleh hal itu kurang, tampak sebagai kekurangan-kekurangan. Sebagai contoh, kepribadian yang wirausaha dapat lebih mudah memperoleh keutamaan kerja keras hanya jika orang itu memiliki disiplin yang diperlukan untuk menghindari kekurangan berupa ketidakstabilan dan mengandalkan kepribadian kita dalam menuntun kita menuju kepada jalan kekudusan. Tingkah laku setiap orang bagaikan tanah yang subur yang butuh untuk diolah. Bila kita dengan sabar dan dengan suka cita menyingkirkan batu dan ilalang yang menghalangi tindakan dari rahmat, lahan itu akan menghasilkan buah, beberapa seratusan kali lipat, beberapa enam puluh, beberapa tiga puluh [5]. Semua pria dan wanita dapat menjadikan talenta yang diterima dari tangan Tuhan berbuah, apabila mereka menyediakan diri untuk diubah oleh tindakan dari Roh Kudus, menempa kepribadian yang mencerminkan wajah Kristus. Tetapi ini tidak berarti menghilangkan karakter individu seseorang. Santo Josemaria menekankan “Engkau harus berbeda dari satu dengan yang lainnya, seperti para Kudus di surga adalah berbeda, masing-masing memiliki kepribadian dan karakter masing-masing.” [6]Sambil kita perlu menguatkan dan memoles kepribadian agar terjaga pada jalan hidup Kristiani, kita tidak berusaha keras untuk menjadi seperti “superman.” Tetapi teladan kita selalu Yesus Kristus, yang memiliki sifat kemanusiaan seperti kita, tetapi sempurna dalam kewajaran dan ditinggikan oleh rahmat. Tentunya, kita juga memiliki contoh hidup yang mulia seperti Bunda kita dalam Maria kita melihat kepenuhan dari kemanusiaan dan kewajaran. Kerendahan hati dan kesederhanaan dari Maria yang termahsyur, kemungkinan yang paling di hargai dari kualitasnya dalam keseluruhan tradisi Kristiani, bersamaan dengan kedekatan dan kasih sayang yang lemah lembut kepada semua anak-anaknya, nilai keluhuran dari seorang ibu yang baik, adalah merupakan penegasan yang terbaik dari kesempurnaannya. Walaupun masih sebagai ciptaan kita dapat menyebut Maria “tidak ada yang lebih besar daripada engkau, selain Tuhan!” [7] Karena dia sepenuhnya manusia, dengan sifat kewanitaan yang mempesona Seorang wanita par excellence!Kedewasaan manusiawi dan supernaturalKata “kedewasaan” berarti menjadi matang, tumbuh sempurna, dan lebih lagi mengacu kepada kepenuhan makhluk. Oleh sebab itu, sudut pandang terbaik dapat ditemukan dalam kehidupan Tuhan kita. Merenungkan di dalam Kitab Suci bagaimana Kristus berhubungan dengan orang, ketabahan hati-Nya dalam penderitaan, keputusan-Nya dalam mengambil tugas yang di terima dari Sang Bapa – di sini kita menemukan kriteria dari saat yang bersamaan, iman kita menggabungkan semua nilai mulia yang ditemukan dalam kebudayaan yang berbeda. Jadi sangatlah berguna untuk mempertimbangkan kriteria tradisional dari kedewasaan manusia, sambil memurnikannya. Upaya ini telah dilakukan sepanjang sejarah dari spritualitas Kristiani, lebih kurangnya. Sebagai contohnya, masa klasik Greco-Roman, yang telah di-Kristenisasi oleh kebijaksanaan para Bapa Gereja, secara khusus menanamkan hikmat dan kebijaksanaan sebagai pokok dari kedewasaan manusia, dipahami dengan berbagai pengertian. Ahli filsafat dan teologi Kristen pada masa Gereja perdana memperkaya pandangan ini, menunjukkan keunggulan dari nilai luhur teologi, terutama kasih, yang mengikat semuanya menjadi satu dalam keselarasan sempurna, [8] sebagaimana yang dikatakan Santo Paulus, dan memberi bentuk pada semua hari dan masa kita sekarang, penelitian mengenai kedewasaan manusia telah dilengkapi dengan berbagai sudut pandang berbeda yang ditawarkan oleh ilmu modern. Temuan-temuan tersebut berguna sejauh dimulai dari pandangan pribadi manusia yang terbuka pada pesan Kristiani. Maka dari itu, beberapa cenderung membedakan tiga kunci dasar dari kedewasaan intelektual, emosional, dan sosial. Ciri penting dari kedewasaan intelektual meliputi konsep diri yang memadai dengan kedekatan hubungan antara bagaimana seseorang melihat dirinya sendiri dan bagaimana realitas seseorang itu, dengan dasar yang kuat dari kejujuran terhadap diri sendiri; tujuan dan capaian yang didefinisikan dengan jelas, dengan cakrawala yang terbuka dan tidak terbatas; kumpulan nilai yang selaras; kepastian etik dan moral; suatu realisme sehat dalam hubungan dengan pribadi dan orang lain; kemampuan untuk analisis reflektif dan tenang terhadap permasalahan; kreativitas dan inisiatif; dan ciri dari kedewasaan emosional, tanpa bermaksud untuk berpanjanglebar, meliputi reaksi seimbang terhadap kejadian-kejadian dalam hidup, tanpa dilemahkan oleh kegagalan atau menjadi tidak realistis setelah keberhasilan; kapasitas untuk kontrol diri yang fleksibel dan membangun; kemampuan untuk mencintai dan memberikan diri dengan murah hati kepada sesama; kepercayaan diri dan keteguhan dalam membuat keputusan dan komitmen; ketenangan dan kemampuan untuk mengatasi tantangan dan kesulitan; optimisme, suka cita, keramahan dan rasa humor yang sebagai unsur-unsur dari kedewasaan sosial, kita temukan sebuah ketulusan kasih sayang kepada yang lain, menghormati hak mereka, dan mengupayakan pemenuhan kebutuhan mereka; menjadi pengertian pada saat menghadapi perbedaan pendapat, nilai, atau budaya, tanpa jatuh dalam prasangka negatif; kebebasan dan sikap kritis menghadapi budaya, tekanan kelompok, atau gaya yang dominan, kewajaran dalam sikap seseorang yang menuntun pada bersikap tidak melulu konvensionalis ikut arus; kemampuan untuk mendengarkan; kemampuan untuk bekerja dengan orang menuju kedewasaanKita dapat merangkum karakter ini dengan mengatakan bahwa orang yang dewasa dapat membangun proyek hidup yang mulia, jelas, dan masuk akal, dengan pandangan positif yang dibutuhkan untuk dapat melakukannya kapanpun. Dalam segala hal, kedewasaan adalah sebuah proses yang membutuhkan waktu, dan melewati berbagai kejadian dan tingkatan. Kedewasaan tumbuh secara bertahap, walaupun kejadian yang spesifik dalam kehidupan seseorang dapat membawa kemajuan yang pesat. Sebagai contohnya, kelahiran dari anak pertama adalah sebuah kejadian penting dimana dapat secara tiba-tiba menyadarkan orang pada kesadaran dari tanggung jawab yang baru atau. Atau mengalami kesulitan ekonomi serius dapat menghasilkan suatu evaluasi baru dari apa yang benar-benar penting dalam kehidupan dan rahmat untuk mengubah adalah factor signifikan dalam jalan menuju kedewasaan. Kita melihatnya lebih baik dalam Orang Kudus yang dikenal baik memiliki prinsip yang tinggi, pendirian yang kuat, kerendahan hati mereka konsep diri yang paling memadai, kreatifitas dan inisiatif mereka yang tidak terbatas, kapasitas mereka untuk berkorban dan kasih tercermin dalam perbuatan, optimisme mereka yang menular, keterbukaan mereka yang efektif dan universal, nyata dalam semangat kerasulan mereka. Sebuah contoh yang jelas adalah kehidupan dari Santo Josemaria, yang dari mudanya merasakan peran rahmat dalam memperkuat kepribadiannya. Sekalipun menghadapi banyak kesulitan, sewaktu masih cukup muda dia merasakan di dalam dirinya kedamaian hati yang luar biasa. “Aku percaya bahwa Tuhan telah memberikan di dalam jiwaku sebuah karakteristik kedamaian – sebuah kemampuan untuk merasakan damai dan memberikan damai – menilai dari apa yang aku telah lihat dari orang yang pernah aku temui atau bimbing.” [9] Sebuah kalimat dari Kitab Mazmur sangatlah sesuai berlaku untuk dia Super senes intellexi quia mandata tua quaesivi [10] Aku memiliki pengertian lebih daripada para tetua, karena aku telah memegang perintah-perintah-Mu. Tetapi semua ini sangatlah sesuai dengan realita dari kedewasaan yang biasanya diperoleh dari waktu ke waktu, melewati kegagalan dan keberhasilan yang adalah bagian dari tindakan dari Penyelenggaraan kepada rahmat dan waktuWalaupun seringkali terlihat jelas ketika seseorang telah mencapai tingkat tertentu dari kedewasaan hidup, tugas untuk untuk memperbaiki jalan hidup seseorang adalah tugas seumur hidup. Pengetahuan diri dan menerima karakter diri sendiri akan memberikan kita damai yang dibutuhkan agar tidak berkecil hati dalam berusaha. Ini tidak berarti menjadi puas dengan apa yang telah kita capai. Lebih kepada mengenali bahwa kekudusan heroik tidak perlu memiliki kepribadian yang sempurna atau menginginkan sebuah jalan hidup yang ideal. Kekudusan membutuhkan kesabaran dari pergumulan sehari hari, menyadari kesalahan kita, dan meminta pengampunan.“Kisah nyata dari kehidupan para pahlawan Kristiani menyerupai pengalaman diri kita sendiri mereka berjuang dan menang; mereka berjuang dan kalah. Lalu, dengan sikap tobat, mereka kembali menjadi tenang.” [11] Tuhan melihat upaya kita secara terus menerus sepanjang waktu untuk memoles cara hidup kita. Seperti ketika seseorang memberitahukan kepada pelayan Tuhan Dora del Hoyo menjelang akhir hidupnya “Dora, tidak ada seorangpun yang melihat kamu dan percaya apabila mereka melihat kamu seperti sekarang ini! Kamu seperti orang yang berbeda.” Dia tertawa, mengetahui dengan jelas apa yang aku maksudkan.” [12] Orang ini membantu Dora untuk mengenali bagaimana, dari tahun ke tahun, karakter dia telah mencapai tingkatan dari ketenangan hati yang membuat dia berbalik dari temperamen yang keras. Di dalam upaya ini kita selalu bergantung kepada bantuan dari Tuhan kita dan perhatian keibuan Maria “Bunda kita melakukan itu untuk kita. Maria membantu kita untuk bertumbuh secara manusiawi dan dalam iman, menjadi kuat dan tidak menyerah kepada pencobaan menjadi orang dan orang Kristen yang dangkal, tetapi untuk hidup bertanggung jawab, selalu meningkat menuju apa yang tertinggi.” [13]Dalam editorial selanjutnya, kita akan mempertimbangkan berbagai macam aspek dari pembangunan karakter, dan menunjukkan beberapa ciri kunci dari kedewasaan Kristiani. Kita akan mengkontemplasikan pada bangunan dimana Roh Kudus membangun dalam jiwa kita, dengan kerja sama aktif dari kita. Dan kita akan melihat pada berbagai karakteristik yang diperlukan dari pondasi untuk memastikan struktur yang kokoh, dan memperbaiki celah yang mungkin timbul. Sungguh tantangan yang menarik untuk menempa kepribadian yang mencerminkan wajah Kristus Yesus!Bapa Gereja Santo Agustinus mengatakan “selama kita hidup, kita berjuang. Dan selama kita berjuang, itu adalah tanda bahwa kita tidak terkalahkan dan Roh yang baik ada di dalam kita. Dan apabila kematian tidak menemukan engkau sebagai seorang pemenang. Dia akan menemukan engkau sebagai seorang pejuang.”[1] St Yohanes Paulus II, Ensiklik Redemptor hominis, 4 Maret 1979, 10.[2] Efesus 413.[3] Santo Josemaria, Friends of God, 75.[4] Santo Josemaria, The Forge, 468.[5] Matius 138.[6] Santo Josemaria, The Way, 947.[7] Santo Josemaria, The Way, 496.[8] Kolose 314.[9] Santo Josemaria, Intimate Notes, no. 1095, dikutip dalam Andrés Vázquez de Prada, The Founder of Opus Dei, vol. I, Scepter, New York 2001, p. 481.[10] Mazmur 118 Vulgata.[11] Santo Josemaria, Christ is Passing By, 76.[12] Recollections of Rosalia Lopez Martinez, Rome, 29 November 2006 AGP, DHA, T-1058, dikutip dalam Javier Medina. Dora del Hoyo, A Lighted Lamp. Scepter, London-New York 2014, p. 94.[13] Paus Fransiskus, Homily before the image of Sancta Maria Salus Populi Romani, 6 Mei 2013.
sejumlah ilmuwan dengan berani melakukan sebuah misi untuk membuktikan keberadaan Tuhan dengan sains. Kamis, 19 April 2018 1113 WIB - Sains dan agama adalah dua hal yang tidak saling berhubungan. Meskipun demikian, sejumlah ilmuwan dengan berani melakukan sebuah misi untuk membuktikan keberadaan Tuhan dengan sains. Mereka percaya, sains bisa selaras dengan keyakinan. Ada Fisikawan Kurt Godel yang menciptakan persamaan matematis berdasarkan argumen ontologis Santo Anselmus untuk membuktikan keberadaan Tuhan. Argumen ini dibuat berdasarkan pada premis bahwa tidak akan ada alam semesta jika tidak ada yang menciptakannya. Dirangkum dari 19/4/2018, berikut 5 ilmuwan ternama yang membuat teori sains untuk membuktikan keberadaan Tuhan. 1. Kurt Godel slidesharecdn BACA SELENGKAPNYA >>>
Bukti keberadaan Tuhan Orang beriman adalah orang yang yakin bahwa Allah Ta&"ala adalah Tuhan yang maha Kuasa dan meyakini bahwa Dia adalah Sembahan yang alam semesta mengakui, membenarkan, percaya dan mengucapkan akan keberadaan Allah Jalla wa&"Azza, Dia berfirman Berkata rasul-rasul mereka &"Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan siksaanmu sampai masa yang ditentukan?&" Mereka berkata &"Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi membelokkan kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami, bukti yang nyata&" Ibrahim10 Engkau akan memuji-Nya dengan karunia dan kenikmatan-Nya, dan engkau butuh kepada-Nya dalam kedua hal mungkin diminta bukti akan zat yang menjadi bukti keberadaan segala sesuatu. Kalau kita ingin memaparkan bukti akan keberadaan Tuhan, maka kita dapatkan di antaranya sebagai berikut Bukti fitrah Seluruh makhluk difitrahkan untuk beriman kepada Penciptanya, ia tidak akan bergeser dari fitrah ini kecuali orang yang telah ditutup hati dan akalnya oleh Allah. Bukti yang paling nyata bahwa fitrah mengakui keberadaan Allah Ta&"ala adalah sabda Rasulullah ﷺ &"setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah, lalu kedua orang tuanya menjadikan dia yahudi atau nasrani atau majusi, seperti hewan yang melahirkan hewan sempurna tanpa cacat juga, apakah kalian melihat ada cacat padanya?” Setiap makhluk secara fitrah mengakui keEsaan Allah, Ia berfirman Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ar Rum30, Ini adalah bukti fitrah tentang keberadaan Allah yang Maha Suci dan Mulia. Bukti fitrah akan keberadaan Allah lebih kuat dari seluruh bukti selama syaitan belum memalingkannya, oleh karena itu Allah Ta&"ala berfirman tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu ar Rum30 Allah… nama yang digoreskan pada fitrah sehingga tidak butuh bukti yang lebih firman-Nya Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah ar Rum30 Fitrah yang bersih akan menyaksikan keberadaan Allah dan siapa yang dipalingkan oleh syaitan bias jadi ia dihalangi dari bukti ini sehingga ia merasa butuh kepadanya, jika ia dalam kesulitan, secara spontan dengan fitrahnya ia hadapkan kedua tangan, mata dan hatinya ke langit meminta pertolongan dan bantuan dari Tuhannya. Bukti dari akal sehat Bukti yang sangat kuat di antara bukti-bukti akan keberadaan Sang Pencipta adalah bukti dari akal sehat yang tidak dapat dipungkiri oleh seorang pun, di antaranya 1-Setiap ciptaan pasti ada yang menciptakannya, karena ciptaan-ciptaan tersebut -baik yang lalu maupun yang akan datang- pasti ada penciptanya yang mengadakannya; karena tidak mungkin ia menciptakan dirinya sendiri dan juga tidak mungkin ada secara spontan; mustahil sesuatu menciptakan dirinya sendiri karena sebelumnya ia tidak ada, bagaimana bisa ia menjadi pencipta?!; karena segala kejadian pasti ada yang melakukannya, dan keberadaannya dengan teratur rapih dan indah, tersusun baik dan saling berkaitan, serasi antara sebab dan musababnya antara satu dan yang lainnya sangat tidak mungkin terjadi secara spontanitas; setiap cipataan ada penciptanya, jika ia tidak mungkin ciptaan ini menciptakan dirinya sendiri dan tidak ada secara spontan, maka pasti ada penciptanya, Dialah Allah Tuhan semesta alam, Allah Jalla wa&"Azza telah menyebutkan bukti akal dan pasti ini dalam firman-Nya Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri? ath Thur35 yaitu mereka tidak mungkin diciptakan tanpa pencipta dan mereka juga tidak dapat menciptakan dirinya sendiri, maka pasti yang ciptakan mereka adalah Allah yang maha Suci dan maha Tinggi, oleh karena itu ketika Jubair bin Muth&"im -radhiyallahu anhu- mendengarkan Rasulullah ﷺ membaca surah ath Thur dan sampai pada ayat Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan diri mereka sendiri? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini apa yang mereka katakan. Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa? ath Thur35-37 Pada saat itu Jubair masih sebagai orang musyrik, ia berkata &"Hampir saja hatiku melayang&" 2-Tanda-tanda kebesaran Allah yang tersebar di alam semesta dan ciptaan-Nya, Allah Jalla wa&"Azza berfirman Katakanlah &"Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi&" Yunus101; Karena dengan memperhatikan langit dan bumi akan menjelaskan bahwa Allah adalah Pencipta dan menguatkan Ketuhan-Nya. Ketika seorang Arab badui ditanya &"Bagaimana engkau mengenal Tuhanmu?&", ia menjawab &"jejak menunjukkan jalan yang dilewati dan kotoran unta menandakan ada unta, langit memiliki bintang-bintang dan bumi memiliki jalan-jalan luas serta laut memiliki ombak-ombak, Bukankah semua itu membuktikan adanya Zat yang maha Mendengar dan maha Melihat?! Manusia terhenti di hadapan tirai gaib, tidak mampu menembusnya walau memiliki ilmu pengetahuan yang bersifat materi, hanya iman kepada Allah yang mampu mengatasi kelemahan dan kesempurnaan alam semesta, ini membuktikan bahwa yang mengaturnya Sembahan yang satu, Raja yang satu, Tuhan yang satu, makhluk tidak memiliki Sembahan dan Tuhan selain-Nya, sebagaimana mustahil terdapat dua Tuhan, dua pencipta yang sepadan bagi alam semesta, demikian juga mustahil terdapat dua Sembahan, ilmu tentang adanya dua pencipta yang serupa bagi alam semesta adalah suatu hal yang mustahil, fitrah dan akal sehat menolaknya, dengan demikian adanya dua sembahan tertolak. Dasar dari syariat Seluruh ajaran agama menyatakan adanya Pencipta yang memiliki kesempurnaan ilmu, hikmah dan rahmat-Nya; karena ajaran-ajaran ini pasti ada pembuatnya, dan yang membuat ajaran-ajaran agama ini adalah Allah&"Azza wa Jalla, Ia berfirman Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui al Baqarah21-22, Seluruh kitab suci samawi menyatakan itu. Bukti dari indera Bukti yang sangat nampak dan jelas akan adanya Pencipta adalah bukti dari indera yang dapat dirasakan setiap orang yang memiliki pandangan dan pengetahuan; di antaranya Atheisme adalah penyakit yang menyerang akal dan cacat dalam doa manusia berdoa kepada Allah&"Azza wa Jalla, ia berseru &"Wahai Tuhanku..&" ia meminta sesuatu lalu dikabulkan, ini bukti indera akan adanya Tuhan, ia tidak meminta kecuali kepada Allah, dan Allah Ta&"ala mengabulkan permintaannya dan ia saksikan itu dengan mata kepalanya, demikian juga kita telah banyak mendengar tentang hal yang serupa dari orang-orang terdahulu dan di zaman kita bahwa Allah Ta&"ala mengabulkan permintaan mereka, ini adalah realita yang membuktikan berdasarkan indera adanya Pencipta, di dalam al Qur&"an sangat banyak disebutkan hal ini, di antaranya dan ingatlah kisah Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya &"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang&". Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu al Anbiya&"83-84 Dan ayat-ayat lain sangat banyak menyebutkan hal itu 2-Naluri makhluk yang terbimbing kepada apa yang menjadi kelangsungan hidupnya, siapa yang membimbing manusia untuk menyusui dari ibunya ketika ia dilahirkan?! Siapa yang membimbing burung Hud-hud Hoopoe hingga ia dapat melihat sumber air dalam tanah dan hewan lain tidak melihatnya?! Dia adalah Allah yang berfirman Musa berkata &"Tuhan kami ialah Tuhan yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk Thaha50 Atheisme adalah penyakit yang menyerang akal, cacat dalam pemikiran, kegelapan di hati dan sesat dalam yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul mukjizat yang Allah jadikan sebagai penguat bagi para Rasul dan Nabi-Nya, Ia memilih mereka disertai mukjizat dari sekian banyak manusia, Allah mengutus setiap Nabi dengan mukjizat kepada kaumnya untuk menegaskan bahwa misi yang dibawa oleh Nabi tersebut berasal dari sisi Sembahan dan Pencipta yang satu, tidak ada Tuhan dan sembahan selain-Nya.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Salah satu pertanyaan mendasar yang tidak mudah dijawab oleh banyak orang adalah bagaimana membuktikan bahwa Tuhan itu ada? Pertanyaan ini tentu bisa dijawab dengan pelbagai cara dan argumentasi, tapi umumnya jawaban yang diberikan terlalu panjang alias bertele-tele yang terkadang alih-alih mencerahkan bahkan malah semakin itu mestinya jelas dan sejatinya tidak ada sesuatu yang lebih nyata dan gamblang daripada Tuhan. Sebab Tuhan adalah biangnya wujud dan tidak ada yang lebih jelas daripada wujud sehingga para filosof sepakat bahwa wujud itu tidak perlu defenisi lagi karena saking terang benderangnya dan saking berapa lama untuk membuktikan bahwa Tuhan ada? Saya cuma memerlukan 10 detik untuk membuktikan Tuhan ada. Bagaimana? Perhatikan argumentasi di bawah ini 1-Saya ada 2-Ada yang mengadakan saya3-Siapapun yang mengadakan saya itu namanya TuhanCatatan Saya ada tidak ada seorangpun yang meragukan keberadaan dirinya dalam penalaran deduktif disebut dengan premis mayor atau premis umum.Ada yang mengadakan saya kalau saya yang mengadakan diri saya sendiri maka saya kepingin lebih hebat dan sempurna daripada yang sekarang dalam penalaran deduktif disebut dengan premis minor atau premis khusus. Siapapun yang mengadakan saya itu namanya Tuhan adalah kesimpulan dari dua premis lain yang bisa digunakan untuk membuktikan eksistensi Tuhan adalah argumentasi keteraturan, yaitu1-Alam sungguh teratur sistematis 1 2 3 Lihat Filsafat Selengkapnya
bukti tuhan itu ada menurut kristen